HALO READERS, JANGAN LUPA +1 SEMUA ENTRI/POST BLOG INI YA ! TERIMAKASIH.

Subscribe via email (Langganan melalui email)

Ketik Alamat Email Anda Jika Ingin Berlangganan Via Email Dengan BLOG Ini..:

Delivered by FeedBurner

Minggu, 04 Desember 2011

Ada Sekolah Seks di Austria


Ketika sebagian besar orang menganggap urusan seks sebagai hal yang pribadi dan sebaiknya dibicarakan di tempat tertutup, seorang perempuan Swedia malah membuka sebuah sekolah seks di Vienna, Austria, seperti dilansir Dailymail, Rabu (30/11/2011).

Adalah Ylva-Maria Thompson, seorang seniman dan mantan pembawa acara sebuah program erotika televisi, yang mendirikan Austrian International Sex School di Vienna. Thompson sendiri yang menjadi kepala sekolahnya.

Ditegaskan oleh Thompson, batasan usia untuk masuk sekolah itu adalah 16 tahun dan uang sekolahnya sebesar 1.400 poundsterling (Rp 19,9 juta) per semester. Para siswa nantinya akan tinggal di asrama yang tidak memisahkan jenis kelamin.

Seperti sekolah pada umumnya, pada akhir masa pelajaran, masing-masing akan mendapat ijazah.

"Pendidikan kami tidak teoretis, tetapi sangat praktis. Penekanannya adalah bagaimana cara menjadi pecinta yang baik," kata sang kepala sekolah.

Ilmu yang diajarkan, kata Thompson, meliputi "posisi seks, teknik membelai, dan ilmu anatomi."

Juru bicara sekolah itu, Melodi Kirsch, menambahkan, "Kami yakin sekali sekolah ini akan sukses besar."

"Ylva-Maria Thompson bekerja cukup lama untuk mewujudkan ide ini, dan dia mendapat banyak dorongan," kata Kirsch.

Di Austria, keberadaan sekolah itu menimbulkan kehebohan. Terlebih lagi, iklannya cukup menghebohkan karena menunjukkan adegan pasangan yang sedang bercinta. Iklan ini pun akhirnya dicekal dari televisi Austria.

Salah seorang penentangnya berpendapat, "Iklan itu memang digarap dengan penuh cita rasa, tetapi tetap saja yang dijual adalah seks."











Separuh Kota Diungsikan karena Bom 1,8 Ton


Sebuah bom seberat 1,8 ton sisa Perang Dunia II di Koblenz, Jerman, memaksa pemerintah kota itu mengungsikan 45.000 warga kotanya, hampir separuh dari total jumlah penduduknya yang mencapai 106.000 orang.

Evakuasi besar-besaran itu dilakukan di saat penjinakan bom yang akan dilakukan pada Minggu (4/12/2011). Pengungsian wajib itu juga mencakup 2 rumah sakit, 7 rumah jompo, dan 1 rumah tahanan. Ini merupakan evakuasi terbesar yang dilakukan sebuah kota di Jerman sejak perang berakhir, Der Spiegel melaporkan.

Bom itu ditemukan di Sungai Rhine setelah sungai itu mengering. Pihak berwenang memperkirakan mereka bakal menemukan lebih banyak bom dalam beberapa hari mendatang.

Menemukan bom atau peluru sisa Perang Dunia II bukan hal asing bagi warga kota itu, menurut koran Jerman The National. "Diperkirakan sekitar 2.000 ton bom dan peluru Amerika dan Inggris ditemukan setiap tahun," tulis The National, Kamis (1/12/2011).

Bom sepanjang 3 meter itu saat ini terendam air setinggi 40 sentimeter dan tim penjinak bom membangun sebuah tanggul dari kantong pasir di sekeliling bom. Juru bicara dinas pemadam kebakaran setempat Manfred Morschhauser mengatakan, area itu akan dikeringkan supaya bom bisa dijinakkan.

Herannya, warga sama sekali tidak panik. "Warga di sini menyikapi hal ini dengan santai meskipun hampir separuh kota diungsikan," kata Morschhauser.

"Banyak yang sudah punya pengalaman mengungsi dalam skala lebih kecil ketika ada temuan bom sebelumnya," lanjutnya.

"Kami menemukan 29 bom di sini dalam 12 tahun terakhir," pungkasnya.









Misteri Aneh Tentang Teori Adanya 3 Spesies Manusia


Kitab Perjanjian Lama menceritakan suatu kisah di mana Daud kecil mengalahkan si raksasa Goliath. Hanya dengan menggunakan sebuah ali-ali (tali pelontar semacam ketapel) untuk membunuh lawan bertubuh raksasa, kemenangan ajaib ini menjadikannya sebagai raja orang Yahudi yang kedua.

Sementara itu banyak orang menganggap cerita tersebut hanya sebagai suatu metafora, namun temuan terbaru dari catatan tertua bangsa Filistin menyatakan bahwa Goliath benar-benar pernah ada. Benda peninggalan sejarah berupa suatu pecahan tembikar tanah liat kecil ini telah ditemukan di Israel pada 2005 oleh Universitas bidang ahli arkeologi Tell es Safi.

Pada pecahan tembikar tersebut terukir kata-kata "Alwt and Wlt" yang menurut Professor Aaron Demsky kata-kata tersebut berkaitan dengan Goliath. Studi menguatkan bahwa ukiran tersebut telah dibuat sekitar 950 tahun sebelum Masehi, yang dipercayai oleh para ahli injil kira-kira berbeda masa 70 tahun dari sejarah pertarungan ini.

Walaupun penemuan tersebut dapat menyumbangkan kredibilitas baru terhadap kisah kuno tersebut, namun ia juga dapat menjadi bagian dari teka-teki lain yang lebih menarik.

Mungkin orang akan berpikir meskipun pertarungan kuno ini benar-benar berlangsung, ukuran tubuh Goliath tersebut pastinya telah dibesar-besarkan untuk mendramatisir keadaan.

Tetapi dari bukti-bukti yang telah terkumpul dari seluruh dunia sejak abad lalu menyatakan bahwa keberadaan manusia raksasa tidaklah aneh. Kenyataanya, penemuan tersebut sudah membuat orang yakin bahwa manusia jaman dahulu terdiri dari tiga ukuran yang berbeda: manusia raksasa, manusia seukuran kita dan hobbit (manusia kerdil) .

Pada musim semi 2004, sekelompok penyelidik yang bekerja di Indonesia menemukan sisa peninggalan ras manusia "hobbit" berukuran hanya tiga kaki lebih. Para peneliti menetapkan bahwa manusia kecil ini pernah hidup berdam-pingan dengan manusia seukuran kita sekitar 13.000 tahun yang lalu.

Tim peneliti termasuk ahli paleoanthropologi Indonesia Profesor T. Jacob menamai ras manusia kerdil tersebut sebagai Homo Floresiensis. Sesuai dengan nama pulau Flores yang ada di Indonesia tempat tulang belulang ditemukan. Sebagian orang mengatakan bahwa hobbit-hobbit ini masih berkeliaran di hutan rimba, sehingga mendorong banyak pengunjung untuk mengunjungi pulau tersebut pada tahun belakangan ini untuk menyelidiki perwujudan dari kebenaran cerita tersebut.

Bukti terhadap ras manusia raksasa bahkan lebih banyak lagi. Sisa-sisa peninggalan manusia raksasa telah ditemukan di setiap bagian dunia: Tunisia, Pennsylvania, Glen Rose, Texas, Gargayan di Filipina, Syria, Moroko, Australia, dan sepanjang pegunungan Urbasa di Spanyol. Mungkin contoh yang paling terkenal dan diakui secara ilmiah adalah "Raksasa Java," yang ditemukan di Tiongkok Selatan.

Sisa-sisa peninggalan manusia serupa ditemukan dekat Tiongkok Selatan ternyata memiliki 6 jari pada setiap kaki dan tangannya. Ciri khas lebih dari lima jari kaki dan tangan kelihatannya merupakan sebuah ciri tetap pada ras manusia ini, sebagaimana seperti yang telah terlihat pada contoh-contoh yang lainnya.

Di Soviet Georgia, ditemukan kerangka manusia yang tingginya antara 9 dan 10 kaki juga memiliki 6 jari pada tangan dan kakinya.

Di beberapa ayat Injil yang menyebutkan keberadaan manusia raksasa, juga diceritakan fenomena enam jari ini, seperti injil Samuel 21:20, "Lalu terjadi lagi pertempuran di Gat, dan di sana ada seorang yang tinggi perawakannya, yang tangannya dan kakinya masing-masing berjari enam: dua puluh empat seluruhnya, orang ini juga termasuk keturunan raksasa."

Walaupun terdapat sangat banyak bukti tulang belulang, begitu juga temuan perkakas dan gigi-gigi yang mana setidaknya membuktikan besarnya ukuran manusia raksasa dibandingkan ukuran manusia normal, namun kelihatannya masih tidak banyak ilmuwan mendedikasikan diri untuk meneliti fenomena ini.

Dunia modern sering kali menyebutkan perihal ukuran ras manusia berbeda ukuran ini sebagai naskah kuno dan cerita rakyat, yang banyak diceritakan dari berbagai kebudayaan berbeda. Namun bagaimanapun juga dari banyak bukti sisa peninggalan yang ditemukan di seluruh dunia, barangkali cerita-cerita "dongeng" ini mungkin adalah kisah nyata pada waktu itu.

Jika ras manusia berbagai ukuran ini benar-benar ada, mengapa tiga ukuran dan kemanakah dua ukuran yang lain saat sekarang ini? Apakah mereka mempunyai hubungan sosial yang baik atau bermusuhan dengan leluhur kita? Apakah mereka saling tolong menolong? Atau saling tidak peduli? Struktur sosial apa yang mereka punyai? Sekarang kita hanya dapat melihat pada cerita-cerita dari jaman yang sangat lampau dan mengira-ngira berapa banyak lagi mitos dengan bukti kongkrit yang akan terungkap.










10 Pesepakbola yang Setia Kepada Klubnya


Loyalitas bisa dikatakan hal yang langka saat ini. Tapi bukan berarti kesetiaan seorang pemain terhadap klub tidak pernah ada. Beberapa nama bahkan tak pernah berganti klub sejak memulai kariernya. Siapa saja mereka?

10. Pele
(Santos 1956-1974, New York Cosmos 1975-1976)

Pele memang mengakhiri kariernya di klub Amerika Serikat New York Cosmos. Namun sebagai pemain, ia lebih dikenal sebagai legenda Santos selama 18 tahun.

"Real Madrid menginginkan saya, bersama Manchester United dan Juventus," katanya pada Eurocalcio dalam sebuah wawancara tahun 2009.

Pele menambahkan, "Presiden Juventus bahkan hampir mencapai kesepakatan dengan Santos termasuk dukungan dari (pabrikan mobil Italia) Fiat. Saya pikir saya akan bermain di Eropa, tapi saya lebih memilih tetap di tim yang ada di hati saya, Santos."

9. Sepp Maier
(Bayern Muenchen 1962-1979)

Satu di antara segelintir kiper yang bertahan di satu klub - Bayern Muenchen. Maier menjadi andalan mistar the Bavarians selama 17 tahun. Ia meraih berbagai gelar termasuk Juara Dunia bersama nationalmannschaft pada 1974.

Maier hanya kalah oleh kiper Denmark Lars Hogh yang menghabiskan karier 23 tahun bersama Odense BK, tampil di lebih dari 800 pertandingan, sebelum pensiun tahun 2000.

8. Matthew Le Tissier
(Southampton 1986-2002)

Lahir di Guernsy Le Tiss, Tissier berpeluang memperkuat Prancis. Dengan talentanya dia bisa bersinar bersama Les Bleus ketimbang The Three Lions. Namun gelandang serang itu memilih tetap di Inggris meski hanya bermain 8 kali.

Suatu saat rekannya Alan Shearer mengajaknya bergabung ke Blackburn Rovers, sementara Manchester United juga tertarik. Le Tissier memilih tetap di Southampton sepanjang kariernya. Tak salah jika bintang Barcelona Xavi Hernandez mengaguminya dan menyebutnya 'pemain sensational.'

7. Lev Yashin
(Dynamo Moscow 1949-1971)

Terpilih sebagai kiper terbaik Abad ke-20, Yashin dijuluki The Black Spider karena kemampuan refleknya yang luar biasa. Veteran di tiga Piala Dunia, Yashin menjadi satu-satunya kiper yang pernah memenangkan gelar Ballon d'Or pada 1963.

Ia menghabiskan seluruh 22 tahun kariernya bersama Dynamo Moscow. Ia tetap di klub tersebut dua dekade kemudian sebelum wafat tahun 1990.

6. Alessandro Del Piero
(Padova 1991-1993, Juventus 1993-sekarang)

Mampu menyingkirkan karier Roberto Baggio di Juventus Anda haruslah seorang pemain yang spesial. Itulah yang dilakukan Del Piero ketika Si Nyonya Tua merekrutnya dari Padova pada 1993.

Kerap diisukan pindah ke Spanyol dan Inggris, Del Piero yang kini berusia 36 tahun tetap bertahan di Turin. Ketika Fabio Capello pindah ke Real Madrid, dan Juventus terdepak ke Seri B, ia juga memilih bertahan.

“Juventus adalah bagian dari sejarah hidup saya. Saya tak bisa memikirkan saya memperkuat klub lain di Italia. Saya akan tetap di sini sampai akhir,” katanya pada Sky Italia.

5. Jan Ceulemans
(Lierske SK 1974-1978, Club Brugge 1978-1992)

Bagi pendukung Belgia, tentunya takkan bisa melupakan seorang pemain yang begitu dominan menguasai lini tengah Belgia di tahun 1980-an. Ia adalah kapten yang mengantar Belgia ke peringkat empat di Piala Dunia Meksiko 1986 dan pemegang rekor cap tim nasional dengan 96 penampilan.

Ceulemans menghabiskan seluruh kariernya di Belgia. Setelah memperkuat Lierse ia pindahke Brugge pada 1978 dan bertahan selama 14 tahun.

4. Carles Puyol
(Barcelona 1997-sekarang)

Jika AC Milan punya Paolo Maldini maka Barcelona punya Carles Puyol. Rasanya sulit membayangkan pemain 32 tahun yang gampang dikenali dengan rambut kriwilnya itu menggunakan kostum lain selain Blaugrana.

Setelah menembus tim utama pada 1999, ia sempat dirayu Manchester United yang menginginkannya pada 2003. "United salah satu tim terbaik dunia dan semua pemain akan senang bergabung. Jika memang ini bagus untuk klub saya akan pergi, tapi keinginan saya adalah tetap di sini.” katanya."

3. Juan Carlos Plata
(Municipal 1990-2010)

Plata mungkin tak terkenal di Eropa, tapi di Amerika Tengah ia adalah mesin gol selama dua dekade. Striker ini memecahkan banyak rekor selama di Municipal, memenangkan 15 gelar dan mengejutkan Brasil ketika membuat gol balasan yang menahan raksasa dunia itu di Piala Dunia 1998.

2. Ryan Giggs
(Manchester United 1990-sekarang)

Sejak memulai kariernya di tim junior Manchester City, Giggs tak pernah lagi berniat meninggalkan The Red Devils. Ia menghabiskan lebih dari dua dekade di Old Trafford. AC Milan pernah menawarkan transfer luar biasa bagi Giggs demikian juga dengan presiden Inter Milan Massimo Moratti yang mengagumi pemain sayap asal Wales ini. Tahun 2003 Giggs dilamar Inter yang siap memberikan striker Brasil.

"Tak ada alasan serius kenapa saya harus meninggalkan klub ini. Memang pernah ada rumor pada 2002/2003 yang mengatakan saya bergabung dengan Inter tapi tak pernah terjadi," katanya.

Dengan 11 gelar Liga Primer dan mungkin akan bertambah lagi, Giggs seperti bukan pemain yang sudah berusia 37 tahun.

1. Paolo Maldini
(AC Milan 1985-2009)

Bicara AC Milan maka bicara soal Paolo Maldini. Sejak memulai debutnya di umur 16 tahun, Maldini tak pernah meninggalkan Rossoneri. Ia memenangkan 7 gelar Scudetto dan 5 gelar Eropa, Maldini adalah ikon kesuksesan klub San Siro itu selama lebih dari 20 tahun.

Bersama Franco Baresi dan Giuseppe Bergomi, Maldini bertahan di Milan sepanjang kariernya. Ia sempat dirayu mantan rekannya Ruud Gullit untuk bergabung dengan Chelsea pada 1997 namun ia bertahan sampai mengakhiri karier pada 2009.

Nama Maldini sepertinya akan berlanjut karena dua anaknya Christian dan Daniel adalah pemain di klub junior Milan.














Sejumlah tim peneliti menemukan 18 planet baru. Planet-planet baru itu ditemukan oleh tim astronom yang dipimpin oleh ilmuwan di Institut Teknologi California (Caltech), Amerika Serikat. Planet-planet tersebut serupa Jupiter.

"Ini pengumuman terbesar tentang planet di orbit sekitar bintang-bintang lebih besar dari matahari, selain dari penemuan yang dibuat oleh misi Kepler," kata John Johnson, asisten profesor astronomi di Caltech , seperti dikutip ScienceDaily, Jumat (2/11/2011) atau Sabtu (3/11/2011) WIB.

Temuan 18 planet itu diterbitkan dalam edisi Desember Astrophysical Journal. Misi Kepler adalah teleskop ruang yang sejauh ini telah mengidentifikasi lebih dari 1.200 planet mungkin, meskipun mayoritas dari mereka belum dikonfirmasi.

Menggunakan Observatorium Keck di Hawaii -- dengan tindak lanjut pengamatan menggunakan Observatorium McDonald dan Fairborn di Texas dan Arizona--masing - para peneliti mensurvei sekitar 300 bintang.

Mereka berfokus pada bintang tipe A "pensiun", suatu jenis bintang yang lebih dari satu setengah kali lebih besar dari matahari Untuk mencari planet-planet, para astronom mencari bintang dari jenis yang bergoyang, yang disebabkan oleh tarikan gravitasi planet yang mengorbit. Tim menemukan 18 planet dengan massa serupa dengan Jupiter.

Johnson mengatakan, penemuan ini merupakan karunia baru yang menandai peningkatan 50 persen dalam jumlah planet yang mengorbit bintang-bintang besar yang dikenal. Penemuan ini menyediakan informasi tak ternilai dari sistem planet untuk memahami bagaimana planet -- dan sistem surya kita -- bisa terbentuk.

Para peneliti mengatakan bahwa temuan juga memberikan dukungan lebih lanjut untuk teori bahwa planet-planet tumbuh dari benih yang menumpuk partikel gas dan debu pada sabuk yang mengelilingi sebuah bintang baru lahir.

Dalam teori lain, planet-planet terbentuk ketika sejumlah besar gas dan debu di sabuk spontan runtuh menjadi gumpalan padat yang kemudian menjadi planet. Tapi di foto temuan ini, ternyata massa bintang tidak mempengaruhi jenis-jenis planet yang diproduksi.

Sejauh ini, karena jumlah planet yang ditemukan telah tumbuh, astronom menemukan bahwa massa bintang tampaknya tidak menjadi penting dalam menentukan prevalensi planet raksasa. Planet-planet yang baru ditemukan lebih mendukung teori pertama, yang menyatakan bahwa planet-planet lahir dari partikel benih.











Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktop